why i love bags so much
Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa saya (atau bisa dibilang sebagian perempuan?) amat sangat menyukai tas. ok..direvisi kalimatnya..bukan hanya sekedar tas tapi lebih tepatnya lagi branded bags. Jawabnya…susah kalau dijabarkan dengan sebuah kalimat yang sederhana. Tapi mungkin yang membuat saya tergila-gila dengan designer bags adalah kualitasnya…dan mungkin modelnya juga berperan besar.
Mungkin pengalaman saya yg hampir 10 tahun bekerja di dunia advertising, membuat saya tahu betul arti besar dari kata originalitas dan ide. Mungkin selama hampir 24 jam dari 10 tahun waktu yang saya habiskan di dunia iklan isinya adalah mencari ide yang orisinil dan hanya Tuhan yang Maha Tahu betapa susahnya saya dan teman-teman seperjuangan dulu mencari ide yang layak disuguhkan ke bos, yang layak untuk diberikan ke klien, yang layak tampil ke publik. Dan menurut saya, jerih payah yang panjang itu sangatlah berharga (karena sungguh sangat melelahkan) dan sangat layak untuk dihargai dengan nilai yang sepadan (makanya saya sering bingung kenapa pekerja iklan gajinya suka nggak happening :p) (piss ah..beeeen there kok!
)
Ok, kembali lagi ke soal tas.
Intinya adalah..sama dengan designer bags. Buat sebagian besar orang mungkin gak habis pikir kenapa tas branded itu mahal. Kenapa banyak perempuan mau mengeluarkan banyak uang buat membeli sebuah…tas! Mungkin sama saja dengan saya nggak mengerti kenapa harus ada lukisan yang nilainya ratusan juta padahal gambarnya cuma yaaaa gitu deh, perempuan mesem berambut panjang dengan background yang gak jelas. Yang lain pasti akan menyaut yaaa itu kan karya seni, bikinnya bla bla bla…lalu apa bedanya dengan tas? Lukisan dan tas pada intinya adalah sama..asalnya dari sebuah ide dan menurut saya kembali lagi ke awal…ide itu haruslah dihargai dan mahal harganya. Lalu ada lagi yang akan menyaut..tapi kan itu cuma tas gitu lhooo!! *mungkin yang ngotot ini para suami yaaa hehehe* lalu dibalas lagi..tapi kan bla bla bla dan bla….dan teruslah debat kusir ini akan berlanjut menuju arah yang gak jelas.
Dibalik semuanya, para designer ini saya yakin telah bersusah payah membuat, mendesain tas dengan menghabiskan waktu mereka untuk mencari-cari ide serta berusaha untuk memberikan kualitas terbaik. Dan jika benar-benar pemerhati tas sejati, pasti tahu bahwa tas-tas yang dijual di deretan departemen store ternama, serta brand-brand local clothing (or even international one) pasti memiliki jiplakan model tas para designer telah bersusah payah tadi. Setiap kali saya me-recall tas apa yang dijiplak saat melihat tas jiplakan itu di departmen store rasanya miris sekali. Phoebe Philo maupun Tomas Maier pasti sangatlah sedih kalau jalan-jalan ke department store di mall jakarta (dan tentunya di kota-kota lain yang ada di dunia) melihat hasil karya mereka ditiru dengan seenak-enaknya.
Duluuu sekali saat saya masih sekolah sehingga belum bisa menghasilkan uang sendiri, saya pernah juga membeli tas Prada KW
lalu lama-lama saya tanya ke diri sendiri…kenapa harus beli KW ya? kenapa saya paksa diri kalau memang tak mampu beli? lalu kalau pakai tas KW itu apa yang saya incar? perhatian dari orang lainkah? pujiankah? atau perasaan senang semu yang bisa bilang ke diri sendiri bahwa heyyy…saya pakai Prada juga lhooo walopun palsu!!! atau bisa juga perasaannya kayak gini…oooh kayak gini toh rasanya pakai Prada..kalau cuma kayak gini ngapain juga beli yang asli ya??toh orang gak tahu ini..:) Yuuuppp..that was truly what i said to myself at that moment…
Tapi lama-lama karena mungkin sudah dikutuk peri tas buat cinta setengah mati sama tas, saya pun mulai lebih rajin mencari tahu lebih banyak soal tas. Misalnya tentang Hermes *yang FYI sampai sekarang saya belum mikir untuk punya karena merasa model tas-nya rata-rata nggak saya banget* yang ternyata cuma punya pengerajin dalam jumlah yang gak banyak dan rata-rata keluarganya sudah turun temurun kerja dirumah butik ini dan ini yang jadi alasan kenapa tas mereka mahal banget karena memang yang mengerjakan tas mereka terbatas. Lalu tentang Goyard yang konon kabarnya motif klasiknya dilukis dengan tangan oleh para pengerajinnya. Lalu tentang Chanel yang kualitasnya sungguh luar biasa sehingga tas-tasnya bisa terlihat tetap bagus selama bertahun-tahun sehingga harga tas-nya yang vintage pun masih mahal *makanya satu pun belum ada di lemari saya…ada yg mau sumbang mungkin?? :p* dan tentunya sederet cerita plus plus yang lain.
Hal lain yang selalu membuat saya berdebar-debar lebay saat sedang memerhatikan atau sedang mengelus-elus tas yang ada di butik ataupun yg ada di dalam lemari saya adalah…kualitasnya. Saya ingat betul pertama kali yang membuat saya jatuh hati kepada Bottega Veneta ataupun YSL adalah kualitas tas kulit mereka. Lembutnya bukan main dan jahitannya sangat rapi sempurna. Padahal sebelumnya saya suka sumpah serapah mengapa banyak perempuan suka tas kulit bermodel rajutan ala tikar aneh yang kayaknya ngebosenin banget itu.Tapi ternyata memang benar kalau tak kenal maka tak akan sayang
Terakhir..saya bukanlah seorang sosialita, artis apalagi
yang mengejar sosial status atau sibuk hadir ke acara sana sini sehingga “harus” memakai barang-barang yang serba ” it ” . Saya cuma perempuan biasa kok *tsaaaaah ;p* yang kebetulan memiliki minat berlebih terhadap tas. Plus semua koleksi saya juga dibeli dengan hasil dari jerih payah sendiri jadi masing-masing harus saya pilih dengan cermat.
Semua orang memang punya minatnya masing-masing dan minat saya kebetulan yaa tas… and yes i wont stop talking about it cause i love them waaaaay too much










droolworthy comments